Green Pramuka City Bermasalah? BTN Menilai Green Pramuka City yang Terbaik di Kelasnya

Metro News Jakarta Bank Tabungan Negara (BTN) menilai Apartemen Green Pramuka City sebagai yang terbaik di kelasnya. Dasarnya adalah PT Duta Paramindo Sejahtera, pengembang Green Pramuka City, berhasil mengelola keuangan dengan baik dan memasarkan produk. BTN menganugerahi PT Duta Paramindo sebagai pengembang kredit konstruksi terbaik 2017 kategori highrise building dalam acara parade KPR, pekan ini. Parade KPR yang dimulai 10 hingga 15 Desember dibuka secara langsung oleh Direktur Utama BTN Maryono sebagai penanda dimulainya istilah kredit pemilikan rumah (KPR) di Indonesia pada 41 tahun lalu.
“Penghargaan dari BTN menunjukkan bahwa Green Pramuka City adalah nasabah yang kredibel untuk bank BUMN dengan fokus kredit perumahan. Tidak saja sehat secara finansial alias tidak pernah menunggak, Green Pramuka City juga dinilai selalu berhasil memasarkan produk,” kata Marketing Director Green Pramuka City Jeffry Yamin. Di sisi lain, penghargaan dari bank BUMN sebesar BTN menunjukkan kredibilitas Green Pramuka City, sehingga tentu saja menambah keyakinan investor untuk semakin percaya dengan keamanan berinvestasi di Green Pramuka City.
Jeffry menuturkan Green Pramuka City memiliki posisi spesial bagi BTN, karena pada November kawasan apartemen ini dinilai memberikan kontribusi yang besar dalam pembukuan BTN. BTN pun menggandeng Green Pramuka dalam meneruskan target pengembangan jaringan kantor cabang mereka. Tidak itu saja, kawasan Green Pramuka mendapatkan penghargaan sebagai penyumbang kredit konstruksi di BTN terbesar kedua di BTN award. Kerja sama erat kedua korporasi, karena hingga akhir tahun ini Green Pramuka membukukan kenaikan penjualan yang cukup signifikan. Kenaikan ini bertolak belakang dengan penjualan sepanjang dua tahun lalu yang sangat lemah.
Hingga saat ini, Green Pramuka City sudah memiliki sembilan menara siap dihuni. Menara delapan yang dilepas tahun lalu sudah mencatatkan penjualan 60 persen. Sedangkan menara kesembilan yang dirilis Juli lalu sudah terjual sekitar 40 persen atau 400 unit. Untuk tipe studio seharga Rp400 juta sudah terjual 100 persen. Apartemen Green Pramuka City dibangun di lahan seluas 12,9 hektar dengan lingkungan yang memiliki konsep superblok, one stop living and green living concepts untuk penghuni, dengan tidak meninggalkan konsep awal dari proyek ini, yaitu hunian berlokasi strategis yang meru pakan pertemuan dari Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur.
Kawasan ini mudah dijangkau dengan akses gerbang Tol Cempaka Mas, Tol Sunter, dan Tol Rawamangun serta dibangun dengan konsep hijau dengan 80 persen ruang terbuka dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Sumber : ekonomi.metrotvnews.com